Selasa, 27 November 2018

Liburan Murah Meriah ke Wisata Kota Tua Jakarta Berikut Ceritanya

Halo sahabat IndonesiaKuIndah pada artikel kali ini saya ingin berbagi pengalaman liburan murah meriah dan juga dekat dari sekitaran daerah Jakarta. Selain murah lokasinya sangat mudah dijangkau dengan menggunakan moda transportasi KRL. Saya sendiri yang rumahnya di Bekasi sangat mudah untuk masalah transportasi ke Wisata Kota Tua. Ketika jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta. Waktu itu saya sebenarnya tidak ada rencana buat ke Kota Tua. Tapi berhubung libur dan sudah bingung mau kemana lagi di Bekasi. Akhirnya ada seorang teman yang mengajak jalan ke Wisata Kota Tua, ya akhirnya saya iyakan saja.

Bagi yang belum tahu mengenai Wisata Kota Tua, jadi Wisata Kota Tua ini merupakan ikon wisata di daerah Ibukota Jakarta. Jadi Jakarta nih tidak hanya gedung-gedung saja isinya masih ada peninggalan bersejarah yang masih terawat dan salah satunya Wisata Kota Tua ini sendiri. Wisata Kota Tua ini lokasinya persis dekat sekali dengan Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Jakarta Kota ini sendiri juga stasiun bangunan Belanda jika tidak salah dan  jika dilihat dari bentuk bangunannya yang masih bernuansa asrsitektur Belanda. Jadi di Wisata Kota Tua ini juga terdapat beberapa gedung seperti Museum Fatahilah dan juga gedung-gedung lain yang masih bernuansa Belanda dan bentuk kompleknya lebih menyerupai alun-alun di Eropa ataupun pusat kota di Eropa pada jaman dahulu.

https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2018/11/tips-jalan-jalan-ke-wisata-kota-tua.html
Potret Museum Fatahilah
 ( sumber : megapolitan.kompas.com )
Jadi seperti biasa karena rumah di Bekasi saya berangkat dari stasiun Bekasi dengan menggunakan KRL langsung jurusan stasiun Jakarta Kota tanpa harus transit lagi dan ganti-ganti KRL, karena langsung ada KRL yang menuju kesana. Sampai di stasiun Jakarta Kota sudah ada teman saya yang menunggu disana, dan siap mengajak berkeliling. Sebenarnya teman saya ini sudah sering ke Kota Tua, tapi karena ingin menemani saya jadinya dia mau lagi kesana. Dari stasiun sebenarnya sudah terlihat daerah atau kawasan Kota Tuanya, saat kami kesana bertepatan dengan H-2 lebaran jadinya suasana Jakarta sedang sepi-sepinya, belum banyak pedagang juga di pinggir jalan, Tetapi jika sedang hari biasa banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan menuju Kota Tua dan menurut saya itu sangat menggangu kenyamanan para pejalan kaki karena diambil alih oleh para pedagang.

Sampai di Kota Tua, kondisi sangat sepi karena berhubung itu hari senin dan juga hari mendekati lebaran juga. Oh ya kalau ingin ke Kota Tua sebaiknya memilih hari selain senin karena hari senin semua museum tutup, jadinya saat saya kesana saya tidak bisa masuk museum. Padahal ketika hari minggu museumnya buka, dan harganya juga ada di kisaran Rp. 5.000 saja. Di Kota Tua ini juga terdapat banyak spot untuk foto, ada mobil dan motor klasik yang bisa disewakan foto, ada juga sepeda ontel yang disewakan sekitar Rp.100.000 perjam atau per 30 menit saya lupa. Di pinggirannya terdapat juga kafe-kafe yang bernuansa klasik. Bangunan Kota Tua setelah mengalami renovasi saat jaman Gubernur Ahok sekarang menjadi indah lagi dan cocok untuk wisata. Disarankan ketika kesana menggunakan sun block dan juga kaca mata hitam. Disana juga terdapat meriam yang mungkin sudah tidak digunakan lagi dan hanya sebagai pajangan.


https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2018/11/tips-jalan-jalan-ke-wisata-kota-tua.html
Saya Berfoto dengan Salah Satu Meriam

Setelah puas dan kecewa keliling karena tidak bisa masuk ke dalam museum akhirnya kita kembali ke stasiun Jakarta Kota untuk pulang kembali ke Bekasi. Terima kasih Kota Tua, Terima Kasih Para Pembaca sudah meluangkan waktu untuk membaca.

Cerita Pertemuan Kembali dan Reuni Asrama Putra SMP Bruderan Purworejo di Jakarta

Halo sahabat IndonesiaKuIndah, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cerita perjalanan saya ketika menghadiri reuni kecil-kecilan di salah satu rumah teman lama di Meruya, Jakarta Barat. Bagi yang belum tahu dulu selama 3 tahun masa SMP, saya menghabiskannya dengan tinggal di sekolah berasrama katolik di Kota Purworejo. Di asrama tersebutlah pribadi saya dibentuk dan juga disana saya dapat bertemu dengan berbagai macam teman dari berbagai daerah juga. Singkat cerita setelah hampir dua tahun tidak bertemu kami merencanakan sebuah pertemuan kecil-kecilan yang akan dihadiri oleh kami alumni asrama yang berdomisili di Jabodetabek. Tanggal sudah ditentukan dan tempat juga sudah ditentukan. Lokasinya lumayan jauh dari Bekasi yang mana rumah saya, saya harus menempuh perjalanan ke ujung Jakarta Barat atau tepatnya Meruya. Rumah yang kami pilih sebagai tempat bertemu adalah rumah salah satu anak yang bernama Tan-tan, dia orangnya baik banget, apalagi dulu pas saya kelas 7 sebagai adik kelas dan dia yang saat itu kelas 9 tidak pernah dia berlaku sok-sokan sebagai kaka kelas kepada saya.

https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2018/11/pengalaman-naik-grabcar-dapet-potongan.html
Anak Asrama SMP Bruderan Purworejo Angkatan Lulus 2016
Singkat cerita perjalanan saya dimulai dengan berangkat dari Stasiun Bekasi jam 8 pagi naik KRL. Saya tidak sendiri dari Bekasi ada seorang teman juga yang juga tinggal di Bekasi. Kenapa memilih KRL? Jawabannya karena lebih dekat dan lebih cepat daripada harus menggunakan motor. Biayanya juga sangat murah dan kita tinggal duduk hingga tiba di Stasiun Tujuan. Biaya yang dikeluarkan dari Stasiun Bekasi ke Stasiun Palmerah Sendiri Hanya Rp.4.000 saja, sangat murah sekali tetapi belum termasuk uang jaminan tiket yang sebesar Rp. 10.000. Ditambah lagi orang tua teman saya juga ikut jadinya tambah murah karena dibayarin tiketnya hehehe. Karena lokasinya di Meruya maka dari itu kita harus turun di Stasiun Palmerah. Maka dari itu perjalanan kali ini harus dijalani dengan pergantian KRL ( transit ) di beberapa stasiun, seperti di Stasiun Manggarai dan Stasiun Tanah Abang. Saat di Stasiun Jatinegara saya juga bertemu dengan seorang teman alumni juga yang bergabung dengan kami. Saat tiba di Stasiun Tanah Abang kamipun masih menunggu salah seorang teman yang sedang dalam perjalanan dari Stasiun Bogor. Setelah semua berkumpul barulah kita menaiki KRL jurusan Maja dan turun di Stasiun Palmerah. Jujur saat melihat kondisi Stasiun Palmerah saya sangat takjub karena waktu itu ada Pohon Sakura dan kondisi stasiun yang bersih dan sangat luas. Setelah keluar kita memesan GrabCar menuju lokasi rumah tempat berkumpul yang dekat dengan Gereja Santa Maria Bunda Karmel Meruya. Ketika melihat biaya Grab sekitar Rp.46.000 kita sempat berpikir untuk patungan, tetapi karena ada orang tua teman saya ternyata dia yang ingin membayarnya dan kala itu juga sedang ada promo dengan mengetikkan " RINDUJKT" langsung terpotong menjadi Rp. 26.000 saja, hehehe dasar ibu-ibu tidak mau rugi.


https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2018/11/pengalaman-naik-grabcar-dapet-potongan.html
Promo Grab RINDUJKT
Sampai di rumah yang dijanjikan ternyata sudah banyak yang datang tetapi belum semua. Langsung kita berkumpul duduk melingkar tetapi bukan untuk minum-minum. Kita melingkar duduk sambil bernostalgia pengalaman kita di masa-masa asrama dulu. Segala kekonyolan, kejahilan, kegilaan kita ulang lagi sambil ketawa-ketiwi bersama. Sungguh suasana yang menyenangkan ketika kita mengingat kembali apa yang sudah menjadi kenangan. Banyak yang berkata sangat kangen dengan suasana dulu ketika berkumpul bersama dan pasti ada selalu teman di samping kita. Ya karena dulu kita hidup berasrama pasti dari pagi hingga ketemu pagi lagi pasti selalu bertemu.
Setelah semua berkumpul, kita melanjutkan dengan makan siang yang disiapkan oleh orang rumah. Masakannya enak karena memang keluarga Ko Tan-Tan ini merupakan seorang yang sangat jago masak. Obrolan pun dilanjutkan sesudah makan-makan tersebut dengan topik yang mengalir begitu saja. Kadang diselingi dengan ejek-ejekan dan hina-hinaan yang semakin memperindah suasana. Hahaha serasa kembali ke jaman dulu di asrama.
Tak terasa waktu sudah sore dan menandakan sudah waktunya kita harus kembali ke rumah masing-masing. Memang berat ketika harus berpisah lagi, tapi memang sudah saatnya. Akhirnya saya dan juga rombongan dari Bekasi juga kemudian mohon pamit dan segera kembali. Akhirnya perjalanan pulang dilalui dengan trasnportasi yang sama dengan menggunakan Grab dan juga KRL. Dan rencana kedepan adalah reuni selanjutnya akan diadakan di sekitar daerah Jawa Tengah. Oke ditunggu kelanjutannya. Terima Kasih Jakarta. Terima Kasih Para Pembaca Telah Meluangkan Waktunya

Keliling Ibukota Jakarta Gratis dengan Naik Bus Wisata Program Gubernur Ahok

Halo sobat IndonesiKuIndah, ini merupakan postan pertama dari blog saya. Pada kesempatan kali ini saya mau cerita pengalaman saya ketika naik bus tingkat, atau lebih tepatnya Bus Wisata di Jakarta. Jadi Bus Wisata di Jakarta sudah disediakan sejak jaman Pak Ahok masih memerintah menjadi Gubernur. Tapi menurut saya bus tingkat di Jakarta kurang berasa wisatanya dikarenakan Jakarta terkenal sebagai kota macet. Ibaratnya kalau kalian terkena macet di jalan pas naik bus ini maka sensasi wisatanya akan menghilang. Saya sarankan lebih baik naik Bus Wisata ini ketika sedang libur lebaran karena pasti kondisi jalanan Jakarta sedang sepi-sepinya ditinggal mudik penduduknya.


https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2018/11/cara-terbaru-keliling-jakarta-gratis.html
Penampakan Bis Wisata Jakarta
Lanjut ke ceritanya  Jadi waktu itu pas banget lagi mendekati H-2 Lebaran nah saya kan sama temen saya gak mudik, ya udah kita rencana mau jalan-jalan ke Kota Tua. Ya udah deh kita akhirnya brangkat dari Bekasi Naik KRL langsung menuju ke Kota Tua, bayarnya cuman 4 ribu saja, sangat murah. Ga usah transit karena KRLnya langsung jurusan Jakarta Kota. Sesampainya disana kita eksplor Kota Tua dan setelah dari sana ternyata ada Bus Wisata di dekat Kota Tua, akhirnya karena penasaran dan juga belum pernah mencoba saya dan teman saya berlari menuju Bus WIsata tersebut.

https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2018/11/cara-terbaru-keliling-jakarta-gratis.html
Lantai Dua Bis Bisa Melihat Langsung Jalan Raya
Ketika hendak naik, kami diberikan tiket yang bertuliskan "gratis" dan juga Bus Transjakarta, ya jadi pegawai Bus WIsata ini adalah pegawai dari TransJakarta. Karena gratis nih ya jadinya banyak sekali yang memanfaatkannya untuk menuju daerah lain, dan bukan untuk menikmati wisatanya hehehe dasar orang Jakarta ada aja akalnya. Pas masuk kita langsung buru-buru naik ke lantai dua buat ngincer nih duduk di bagian depan yang deket kaca, eh tapi udah didudukin anak bocah, ya udah ga jadi deh.

Bus Wisata ini nih memiliki banyak rute, kalau waktu itu kami menaiki yang Rutenya Jakarta Kota-Monas-Istiqal, nah itu ya kalau tidak salah. Mungkin bisa lihat di blog lain untuk lebih jelasnya. Waktu itu kondisi mendekati lebaran jadinya yah jalanan Jakarta sangat sepi kita bisa menikmati sepuasnya wisata tanpa terkena macet ya. Di dalam Bus Wisata Jakarta ini juga terdapat pegawai, ya yang berfungsi seperti pemandu wisata gitu. Jadi setiap berhenti di sebuat tempat bersejarah dia langsung bercerita dan menjelaskan secara singkat tentang sejarah dan keunikan tempat tersebut.

Bus Wisata ini juga berhenti di beberapa halte ya, jadi ga cuman dari Jakarta Kota dan haltenya juga berbeda dari halte TransJakarta. Kondisi bisnya bersih, tetapi AC saya rasa kurang dingin. Sesampainya di Istiqal ya karena saya menaiki bis yang rutenya berakhir Istiqal, saya langsung melanjutkan lagi naik Bus Wisata yang rutenya balik lagi ke stasiun Jakarta Kota. Nah enaknya naik bis ini pasti ketika kita sudah turun dari salah satu bis atau rutenya sudah mencapai tujuan maka kita akan menemukan Bus Wisata lain yang bisa mengantar kita ke tempat lainnya juga. Oke segini aja dari post pertama saya , Semoga Bermanfaat!!!