Senin, 15 Juli 2019

Sebuah Pengalaman Ikut Retret Rohani Katholik di Wisma Salam Magelang

Halo sahabat IndonesiaKuIndah pada artikel kali ini saya akan membagikan kisah saya ketika mengikuti retret rohani katolik di salah satu tempat di daerah Magelang, Jawa Tengah. Tempat tersebut bernama Wisma Salam, kenapa diberi nama salam mungkin karena memang nama daerah dimana tempat retret ini berada bernama Salam, lokasi persisnya berada di perbatasan antara provinsi DIY dan Jawa Tengah dan lebih mengarah ke Kota Muntilan. Di samping Wisma Salam ini terdapat sebuah kali atau sungai besar yang mengalir di sepanjang persis tempat retret, sehingga kita bisa mendapat pemandangan sekaligus ketenangan batin ketika berada disini.


https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2019/07/sebuah-pengalaman-ikut-retret-rohani.html
Tampak Muka Bangunan Wisma Salam Magelang
 ( sumber : website wisma salam )
Menurut sumber websitenya langsung di https://wismasalam.blogspot.com/2018/02/wisma-salam-muntilan.html Wisma Salam Magelang, merupakan rumah retret yang juga digunakan untuk aktivitas lain selain retret, seperti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS dari sekolah-sekolah, rapat organisasi rohani, pelatihan pastoral, rekoleksi, week-end, rapat, penataran, dan sebagainya. Terbuka untuk umum baik badan Gerejani territorial (paroki, wilayah, lingkungan) maupun kategorial (institusi pendidikan, dsb). Dibangun pada tahun 1975, oleh pastur-pastur dari ordo Praja (Pr), dan didesain oleh Romo Mangunwijaya. Awalnya dipergunakan untuk mewadahi kegiatan-kegiatan Pastur, semacam pertemuan, istirahat dan rekreasi, karena perkembangan jaman dan tuntutan akan kebutuhan retret maka Wisma Salam Magelang dipakai untuk kegiatan retret yang terbuka untuk awam dan rohaniwan.

Jadi sudah jelas ya gambarannya tentang Wisma Salam Magelang, langsung ke pengalaman ketika saya mengikuti retret disini.Saat saya mengikuti retret di Wisma Salam kira-kira umur saya itu sekitar 12 tahun atau sekitar kelas 1 SMP. Pada saat itu saya bersekolah asrama di salah satu asrama Katolik di kota Purworejo, setiap tahun asrama tempat saya tinggal dulu selalu mengadakan kegiatan yang bertemakan kebersamaan dan juga kekeluargaan antar setiap penghuni asrama. Pada saat saya kelas 1 itu ternyata tempat yang menjadi pilihan adalah Wisma Salam karena dirasa tepat oleh Pamong atau Pembina Asrama saya waktu itu.


https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2019/07/sebuah-pengalaman-ikut-retret-rohani.html
Pemandangan Kali Dapat Langsung Terlihat 
( sumber : website wisma salam )
Pada hari keberangkatan, kita semua belum mengetahui tempat dimana kami akan mengikuti kegiatan retret, yang kami tahu hanya kami akan mengikuti kegiatan di luar asrama yang memakan waktu sekitar 3 hari, dan jujur kami senang karena bagi anak asrama waktu dan kesempatan ini sangat jarang kita dapatkan. Selain rutinitas asrama yang sangat membosankan dan juga melelahkan akhirnya kita boleh mendapatkan sedikit refreshing. Kita menempuh perjalanan menggunakan bis ¾ atau disana kita sering bis Mubarok, karena didepan kacanya ada tulisan Mubarok, bis yang apaadanya karena kebiasaan Pamong kami dulu yang selalu perhitungan dalam mengeluarkan biaya. Perjalanan di tempuh sekitar 2 jam Purworejo – Magelang tetapi kami di sepanjang perjalanan hanya tertidur. Namanya juga anak asrama kerjaannya apalagi kalo gak diomelin ya tidur lah hehehe.

Sesampai di Wisma Salam kita disambut oleh gonggongan dan aungan anjing, kamipun terbangun dan segera turun dari bis tersebut. Sesampai disana kita langsung diajak berkumpul di ruang pertemuan, yang mana kita disana seperti dibriefing dan dibacakan juga pembagian kamar-kamar yang jika tidak salah pembagian kamarnya dibagi menjadi 4 orang per kamar dan harus diisi dari setiap kelas jadinya tidak sama kelas 1 semua, ada kelas 2, kelas 3 mungkin biar lebih semakin mendekatkan di antara kami.

Karena waktu saat itu masih siang jadinya kami diperkenankan untuk istirahat siang dan sekitar jam 4 sore sudah diwajibkan mandi dan juga siap untuk kumpul di ruang pertemuan. Suasana kamar sangat nyaman dengan ruang tidur yang lumayan besar, ranjang bertingkat, sprei putih dan kamar saya saat itu bisa melihat pemandangan kearah kali atau sungai. Oh iya jika jumlah peserta cukup banyak maka ada semacam rumah panggung yang biasanya digunakan juga untuk menampung orang lebih dari 10 orang.

https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2019/07/sebuah-pengalaman-ikut-retret-rohani.html
Ruang Aula Biasa Untuk Berkumpul 
( sumber : website wisma salam )
Kegiatan pun dimulai, secara garis besar kegiatan yang pada saat itu saya dan teman-teman lakukan adalah mengikuti sesi yang sebagian besar kita hanya mendengarkan presentasi atau penjelasan, lalu melakukan diskusi berkelompok. Tetapi tidak hanya itu banyak kegiatan lain yang seru dimana kita diajak bermain game X & Y yah walaupun saya sudah lupa teknis mainnya tetapi intinya kita seperti di latih untuk tidak mementingkan diri sendiri dan juga harus jeli dalam mengambil keputusan. Saat malam hari kita juga diajak untuk merenungi hidup ini di salah satu Kapel, disana kita bisa bercerita dan berkonsultasi dengan pembimbing disana. Kita juga dilatih keberanian dan juga percaya diri lewat sebuah game, bukan game sih bentuknya seperti kita disuruh berjalan dengan mengikuti sebuah tali yang disambung mengelilingi Wisma Salam, dulu jujur karena saya orangnya penakut akhirnya saya sedikit mengintip hehehe. Di hari terakhir kita akan mengikuti sebuah kegiatan out bound dimana disitu kita dilatih untuk bekerja sama dalam sebuah tim lewat permainan yang kita mainkan, permainan yang paling berkesan adalah menyebran lewat bambu yang mana dibawahnya terdapat kolam lumpur yang sangat bau, hehehe saya sampe 3x mencuci baju tidak hilang hilang baunya. Oh ya ada yang kelewatan sebelumnya di hari kedua kita juga diajak untuk menyusuri atau turun langsung ke Kali dan disitu kita diajak untuk belajar mengambang, kata Pembimbing itu dilakukan untuk melatih konsentrasi dan keberanian, jujur pada saat itu saya tidak bisa mengambang karena otot saya masih kaku, seharusnya lebih rileks. Kita juga dilatih keberaniannya lewat kegiatan turun dari tebing, ya bukan tebing sih tapi lebih tepatnya tembok, jujur saat itu merupakan pertama kali saya mencobanya dan cukup membuat jantung ini ingin copot hehehe.

Setelah kami outbound, kami dipersilahkan mandi sekaligus merapikan pakaian yang akan kami bawa kembali pulang, jujur di situ saya agak sedih karena harus kembali ke rutinitas asrama yang sangat melelahkan. Saat di Wisma Salam kami sangat senang karena menu makanannya sangat enak, sangat lengkap hampir pagi, siang, dan malam ada daging paling sering ayam yang sangat berbanding terbalik dengan makanan di asrama hehehe. Sebelum kami pulang diadakan briefing terakhir dan kami dikumpulkan menjadi satu, kami juga diberikan kaos untuk dipakai saat pulang yang bertuliskan “ CHANGE “ yang dalam bahasa Indonesia berarti perubahan, berubah. Di situ kami ditanyakan apa yang kami ambil dari retret kali ini dan ditanyakan apa perubahan yang akan kami lakukan ketika sudah sampai asrama nanti, oalah saya baru tahu pantesan dikasih kaos tulisan CHANGE hehehe.

Sebelum kami pulang kami juga berfoto dengan para Pembimbing yang ada disitu, sungguh pengalaman yang indah boleh berkesempatan mengikuti Retret di Wisma Salam apalagi gratis karena dibiayai oleh salah satu orang tua yang sangat kaya, hehehe. Terima Kasih Wisma Salam, Terima Kasih Para Pembaca yang sudah meluangkan waktu untuk membaca jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar

Beberapa foto yang masih tersimpan saat kegiatan waktu itu :

https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2019/07/sebuah-pengalaman-ikut-retret-rohani.html
Berfoto di Samping Batas Kali
https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2019/07/sebuah-pengalaman-ikut-retret-rohani.html
Foto Perpisahan dengan Pembina Retret
https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2019/07/sebuah-pengalaman-ikut-retret-rohani.html
Para Anak Asrama dan Pembina Retret
https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2019/07/sebuah-pengalaman-ikut-retret-rohani.html
Anak Asrama Dari Atas Kelas 9 ke Bawah Kelas 7
https://indonesia-kuindah.blogspot.com/2019/07/sebuah-pengalaman-ikut-retret-rohani.html
Angkatan Kelas 7







Tidak ada komentar:

Posting Komentar