Halo sobat Indonesiaku Wonderful pada kesempatan kali ini admin akan membagikan pengalaman mimin saat melakukan perjalanan dari Jogja menuju Bekasi naik Bis Damri Purworejo. Jadi bagi kalian yang belum tahu Bis Damri ini adalah salah satu sarana transportasi yang menjadi bagian dari Perum Damri. Jadi Damri tidak hanya melayani layanan shuttle bus yang menuju bandara saja, ternyata ada juga Bis yang melayani perjalanan antar Kota dan Provinsi.
![]() |
| Logo Damri |
Jadi singkat cerita mimin berdua sama temen mimin baru aja ada acara di Jogja. Karena asal mimin dari Bekasi, makanya mimin sama temen mimin mencoba mencari Bis tujuan Bekasi dari Jogja. Mimin coba mencari di TRAVELOKA, keluarlah banyak opsi pilihan Bis dari yang paling mahal sampai yang paling murah. Setelah banding-bandingin harga, dan juga karena waktu itu duit lagi pas-pasan di kantong kita kepincut lah dengan Bis Damri ini. Kenapa kita bisa kepincut? Karena dilihat dari harganya yang murah. Masa kelas Executive Jogja - Jakarta Rp. 130.000 doang. Lalu pas kita lakukan searching di Google juga terlihat kondisi Bis yang bagus sekali. Karena sudah kepincut di awal langsunglah kita transfer duit dan melakukan booking.
Waktu saat membooking itu 2 hari sebelum jadwal kepulangan. Saat itu kami aman-aman saja bahkan merasa beruntung karena bisa mendapat Bis bagus dengan harga murah pake banget. Perasaan menyesal kami baru mulai muncul ketika di pagi hari saat Hari- H keberangkatan, saya yang coba iseng mengecek tiket kami lewat aplikasi TRAVELOKA mendapatkan kejanggalan. Saya baru sadar bahwa perjalanan Bis Damri yang kami pesan ini memakan waktu hampir 12-13 Jam. Ditambah lagi kami kurang jeli ternyata foto kondisi Bis yang kami cek di penelusuran Google tersebut berbeda kelas dengan Bis yang kami pesan.
Disitulah kepanikan kami mulai muncul, dimana saya yang mulai memikirkan bagaiman rasa pegal yang akan terasa ketika melakukan perjalanan selama itu. Akhirnya mau tidak mau kami tetap menaiki Bis tersebut karena sudah terlanjur beli dan juga jadwal pulang kembali ke Bekasi harus hari itu juga. Perjalanan kami tempuh dari Condongcatur dengan menaiki Trans Jogja menuju PO Damri tersebut. Turun di Halte TJ kami masih harus berjalan sekitar 1 KM karena tidak ada Halte TJ yang berada di sekitar PO Damri Yogyakarta tersebut.
Ketika sampai kita di PO Damri, bisa terlihat kondisi tempat yang bisa dibilang sepi dan tidak terlihat seperti PO Bis pada umumnya, jumlah Bisnya saja hanya 5 tidak sampai lebih dari 10. Ketika kita menukarkan tiket, kekecewaan kami bertambah ketika mengetahui bahwa perjalanan kala itu tidak mendapatkan makanan, padahal itu adalah perjalanan malam hari. Kami melanjutkan ke ruang tunggu, kondisi ruang tunggu yang digabung dengan ruangan penukaran tiket terlihat manajemen tempatnya yang kurang baik. Padahal jika kita telusur Damri adalah salah satu perusahaan milik BUMN, tetapi pelayanannya kok seperti ini, yang mana tidak sebagus dan sebaik perusahaan transportasi swasta lainnya.
Ketika sudah di dalam Bis, kami melihat bahwa kondisi Bis sudah sangat memprihatikan dengan lantai Bis yang sudah membentuk garis seperti akan terbelah, WC yang sudah tidak karuan buat wanita mungkin tidak bisa digunakan, Atap yang bocor jikalau Hujan, Stop Kontak Charger yang ada tetapi seakan tak ada, jadi cuman sebagai pajangab mungkin. Pada saat melihat itu kami hanya bisa berdoa semoga perjalanan ini selamat sampai tujuan.
Perjalanan pun dimulai dengan penumpang yang masih sangat sedikit dari Jogja. Masuk area Kulon Progo apa yang kami berdua khawatirkan benar terjadi tepat di atas teman saya duduk atapnya bocor karena pada saat itu sedang hujan. Untung kondisi penumpang belum ramai, akhirnya saya menyuruh teman saya untuk berpindah tempat duduk, sembari saya mengelap dengan kain penutup kursi penumpang. Karena sudah kesalnya dengan kondisi Bis tersebut saya hanya bisa pasrah.
Setelah sesampainya di Purworejo saya mulai heran ketika Bis Damri ini sejak awal tadi sering sekali berhenti di Terminal-Terminal. "Kapan masuk tolnya ini?" keluh saya. Dan saya pun paham ternyata Bis ini benar-benar tidak masuk tol, sebelum sampai di daerah Cikampek. Jadi Perjalanan kala itu Bis Damri tidak melewati tol sama sekali. Kami baru masuk tol ketika tiba di daerah Cikampek. Selama perjalanan tersebut saya hanya bisa terus berdoa agar diberi keselamatan karena supir yabg membawa Bis Damri itu sangat ugal-ugalan melewati jalan-jalan sepi dan gelap. Perjalanan itu hanya berhenti sekali, dan kita tidak mendapatkan makan malam. Untungnya saya sudah berjaga-jaga membeli makan sebelum perjalanan.
Sesampainya di Bekasi kami juga tidak turun di PO resmi milik Damri. Kami turun di Pintu Keluar Tol Timur, pukul 03.00 WIB padahal berangkat dari Jogja pukul 14.00 WIB sudah seperti jaman dahulu saat belum ada TOL. Sekian pengalaman dari saya, ini benar apa adanya saya tidak ingin menjelek-jelekan pihak tertentu. Tentu saja masih ada keunggulan dari Bis Damri jika kalian ingin mencari harga murah bisa memilih Bis Damri ini. Jadi terima kasih sudah membaca semoga bermanfaat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar