Halo sahabat indonesiakuindah, pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan cerita pengalaman saya ketika berkunjung ke Tempat Wisata Telaga Sarangan. Sebelum kita ke inti pembahasan, saya ingin sedikit cerita pengalaman masa kecil saya, yang kerap kali melewati jalan di komplek rumah saya yang bernama Jalan Telaga Sarangan. Dulu ketika melewati jalan tersebut tidak pernah terpikir bahwa tempat ini benar-benar ada. Tetapi sekarang saya mempunyai kesempatan untuk mengunjungi tempat aslinya secara langsung.
![]() |
| Pemandangan Telaga Sarangan |
Telaga Sarangan adalah sebuah telaga atau danau buatan sepertinya yang berada di antara kawasan lereng pegunungan Lawu. Jadi Telaga Sarangan ini ketinggiannya ada di 1200 meter diatas permukaan laut, bisa kebayang sendiri bagaimana suhu di tempat ini, karena pada siang hari saja akan terasa dingin. Untuk lokasi tepatnya ada di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan Jawa Timur. Menurut legenda / cerita rakyat Telaga Sarangan terbentuk karena pada jaman dahulu ada sepasang suami dan istri Ki dan Nyi yang memakan sebuah telur yang ditemukan di hutan, ketika mereka memakan telur tersebut seketika wujud mereka yang awalnya manusia berubah menjadi ular raksasa. Ular raksasa yang terus semakin besar itu menggeliat dan meronta-ronta sehingga terbentuklah cekungan dan dari dasar tanah keluarlah air sehingga terbentuklah Telaga Sarangan hingga saat ini.Menurut legenda pula di dasar Telaga Sarangan terdapat naga yang menjadi penjaga di Telaga Sarangan.
Pada saat menuju kesini saya dan beberapa teman kala itu memilih menggunakan motor dikarenakan kami tidak punya mobil, maklum mahasiswa dan juga karena suasana dari perjalanannya akan lebih terasa ketika kita menggunakan motor. Kala itu kami memulai perjalanan dari Surakarta, Jawa Tengah ( Solo ) karena saya juga sedang menempuh pendidikan di Solo.
| Rute dari UNS menuju Telaga Sarangan |
Perjalanan dari Solo memakan waktu kurang lebih 2,5 jam - 3 jam karena kami menyempatkan beberapa kali untuk berhenti untuk berfoto ketika melewati daerah Tawangmangu dan Cemara Kandang. Bagi kalian yang akan menempuh perjalanan dari Solo kalian akan sangat menikmati perjalanan karena kalian akan dihidangkan dengan pemandangan dari pegunungan lawu yang sangat indah ditambah lagi suhu dan hawa yang dingin membuat panas matahari tidak terlalu terasa. Tetapi karena jalannya belok-belok dan banyak tikungan tajam tetap diingatkan untuk berhati-hati dalam membawa kendaraan, ditambah lagi banyak bus yang berlalu-lalang.
![]() |
Ketika kalian menempuh perjalanan dari Solo maka kalian juga akan melewati basecamp pendakian Cemara Kandang / Cemoro Sewu saya lupa. Di tepi jalan juga terdapat banyak warung-warung makan yang menyediakan berbagai macam makanan dengan harga yang masih terjangkau. Makanan dan minuman yang disediakan seperti jagung bakar, nasi goreng, mie goreng, gorengan, kopi, teh, dsb. Dari warung-warung tersebut kalian juga dapat menikmati pemandangan yang sangat indah dari barisan bukit ataupun lereng gunung Lawu. Lalu ketika kalian sudah melewati basecamp pendakian gunung Lawu, maka kalian akan melewati suatu gapura selamat tinggal dan gapura selamat datang. Apalagi kalau bukan gapura perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, di daerah tersebut yang berupa jembatan kalian akan menemukan banyak pedagang yang menjajakan pentol semacam makanan sejenis bakso khas jawa timur, tetapi jangan kaget ketika membeli pentol di daerah tersebut karena harganya lumayan mahal, tetapi namanya juga daerah wisata.
![]() | |
| Warung di dekat Cemara Kandang |
![]() | ||
| Cemara Kandang 1800mdpl |
![]() |
| Gapura Batas Provinis Jateng-Jatim |
Ketika sudah melewati gapura perbatasan tersebut, berarti perjalanan kalian sudah semakin dekat. Sesampainya kami di Kawasan Telaga Sarangan kita akan menemukan banyak rumah-rumah penginapan dan juga warung makan yang berjejer rapi. Bisa dibilang jalan untuk menuju kesini sudah sangat baik sehingga akses masuk barang sangat mudah. Dengan adanya kawasan wisata inipun dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar dan juga membangkitkan ekonomi kawasan Magetan.
Untuk biaya retribusi masuk kawasan wisata, kita akan dikenakan biaya Rp. 20.000 / orangnya, karena pada saat itu saya naik motor, tetapi saya kurang tahu berapa biaya bagi kalian yang ingin mengendarai mobil untuk ketempat ini. Menurut saya biaya sebesar ini cukup mahal dibanding dengan tempat wisata-wisata lainnya, yang biasanya maksimal hanya Rp. 10.000 bahkan ada yang hanya dengan membayar parkir saja. Tetapi tak apa-apa sudah terlanjur jauh-jauh kesini tetap harus dijalani.
Ketika masuk kita akan disuguhkan dengan pemandangan telaga yang sangat luas, padahal lokasinya berada di lereng gunung Lawu, seperti halnya danau tersembunyi. Tertulis di sebuah tiang harga untuk menaiki kuda 1x putaran Rp. 60.000 dan harga untuk menaiki perahu bermesin ( mirip speedbot ) 1x putaran di telaga juga Rp. 60.000 / orang. Jadi selain membuka penginapan dan warung makan masyarakat sekitar juga ada yang menyediakan jasa untuk keliling telaga sarangan ini.
Kami kala itu memilih untuk berkeliling menggunakan motor, karena di sekeliling Telaga Sarangan jalannya sudah sangat bagus dan juga lebar, bahkan untuk mobil akan cukup untuk lewat. Di sekitaran telaga juga banyak warung-warung makan yang menu andalannya adalah sate kelinci. Untuk masalah harga untuk satu porsi sate kelinci 10 tusuk dihargai Rp. 15.000 tambah lontong menjadi Rp. 18.000. Selain sate kelinci kita juga dapat mencicipi semangkok bakso hangat dengan harga Rp. 12.000. Untuk kawasan wisata ini sepertinya ada kesepakatan harga di antara para pedagang sehingga tidak ada yang berani memasang harga seenaknya. Sambil makan bakso dan juga sate kelinci kita dapat duduk di tikar yang sediakan oleh para pedagang tersebut, tentunya sambil menikmati pemandangan dari telaga dan juga pegunungan yang terhampar luas dan masih hijau.
![]() |
| Taman di Pinggir Telaga Sarangan |
![]() |
| Pemandangan saat makan bakso |
Untuk tambahan bagi kalin yang ingin motoran untuk ke Telaga Sarangan disarankan untuk selalu menyiapkan jas hujan karena cuaca disini kerap kali mendung dan dikhawatirkan ketika kehujanan dan ditambah suhu yang dingin kalian akan mudah sakit. Selain melalu Solo perjalanan menuju ke Telaga Sarangan dapat ditempuh juga dari arah Jawa Timur yaitu dari Madiun.
| Rute dari Madiun menuju Telaga Sarangan |
Terima kasih para pembaca sudah mau mampir, semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat menambah referensi kalian mengenai Telaga Sarangan, semoga yang akan melakukan perjalanan dapat selamat sampai di tujuan.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar